9 Tips Setting Iklan di Google Ads agar Tidak Boncos
- Dhea Salsabila
- Mar 17
- 3 min read

Google Ads sering dianggap sebagai solusi cepat untuk mendatangkan traffic dan penjualan. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit bisnis yang justru menghabiskan budget tanpa hasil yang sepadan. Iklan tayang, klik masuk, tetapi konversi tidak terjadi atau biaya per akuisisi terlalu tinggi.
Terkadang, masalahnya bukan terletak pada platform, tetapi kesalahan cara setting dan strategi di balik iklan tersebut. Agar campaign tidak boncos, dibutuhkan strategi yang lebih dari sekadar menaikkan budget. Berikut 9 tips penting yang perlu Anda perhatikan!
1. Kenali Target Audiens
Iklan yang efektif selalu dimulai dari pemahaman audiens. Siapa mereka, apa masalahnya, dan bagaimana cara mereka mencari solusi.
Tanpa definisi audiens yang jelas, iklan akan menjangkau terlalu banyak orang yang sebenarnya tidak relevan. Hasilnya, klik tinggi tetapi konversi masih rendah.
2. Tentukan Tujuan Campaign Sejak Awal
Setiap campaign harus punya tujuan utama. Apakah fokus pada leads, penjualan, traffic, atau membangun brand awareness.
Tujuan ini akan menentukan jenis campaign, bidding strategy, hingga metrik evaluasi. Campaign tanpa tujuan yang jelas tentu akan sulit dioptimasi.
3. Pilih Jenis Campaign yang Sesuai
Google Ads menyediakan berbagai jenis campaign seperti Search, Display, Performance Max, hingga Video. Tidak semua jenis itu cocok untuk berbagai bisnis.
Search Ads biasanya efektif untuk menangkap demand yang sudah ada, sementara Display dan Video lebih cocok untuk awareness. Memilih format yang tidak sesuai sering menjadi penyebab utama iklan terasa boncos.
4. Lakukan Riset Keyword yang Tepat
Keyword memang fondasi Search Ads. Namun, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengejar keyword dengan volume besar tanpa mempertimbangkan intent.
Keyword dengan niat beli atau aksi biasanya memiliki volume lebih kecil, tetapi jauh lebih bernilai. Untuk itu, Anda perlu fokus pada relevansi, bukan sekadar angka pencarian.
5. Gunakan Match Type Keyword dengan Benar
Pemilihan match type sangat memengaruhi kualitas traffic. Anda dapat menggunakan kombinasi berikut agar iklan bisa muncul pada pencarian:
Exact match untuk kontrol tinggi.
Phrase match untuk fleksibilitas.
Negative keyword untuk menyaring traffic yang tidak sesuai.

6. Atur Target Lokasi dan Jadwal Iklan
Tidak semua lokasi dan jam memiliki performa yang sama. Untuk bisnis tertentu, iklan hanya efektif di jam dan area tertentu.
Pengaturan lokasi dan jadwal membantu budget lebih difokuskan ke momen dengan peluang konversi tertinggi, bukan dihabiskan secara merata tanpa prioritas.
7. Buat Copy Iklan yang Relevan dengan Keyword
Copy iklan harus selaras dengan keyword yang ditargetkan. Pesan yang terlalu umum akan kalah relevan dibanding iklan yang secara langsung menjawab apa yang dicari pengguna.
Relevansi copy bukan hanya meningkatkan klik, tetapi juga menurunkan biaya karena kualitas iklan yang lebih baik.
8. Optimalkan Landing Page Tujuan
Iklan yang baik akan sia-sia jika landing page tidak mendukung. Banyak campaign gagal bukan karena iklannya, tetapi karena permasalahan landing page, seperti terlalu lambat, tidak jelas value-nya, serta tidak fokus pada CTA utama.
Landing page harus menjadi kelanjutan logis dari iklan, bukan sekadar halaman informasi umum.
9. Pasang Conversion Tracking
Tanpa conversion tracking, Google Ads hanya berjalan tanpa arah. Anda tidak benar-benar tahu keyword mana yang menghasilkan konversi dan mana yang hanya menghabiskan budget. Tracking yang rapi memungkinkan optimasi berbasis data, bukan asumsi.
Selanjutnya, pastikan Anda melakukan monitoring dan optimasi secara berkala. Google Ads bukan sistem set-and-forget. Performa iklan perlu dipantau dan disesuaikan secara rutin, mulai dari keyword, bidding, hingga copy dan landing page.
TDM Team: Mengelola Google Ads sebagai Strategi, Bukan Sekadar Iklan!
Google Ads yang efektif bukan soal trik cepat, tetapi soal struktur, disiplin data, dan pemahaman funnel. Di sinilah banyak bisnis membutuhkan partner yang tidak hanya menjalankan iklan, tetapi memahami konteks bisnis di baliknya.
Bersama TDM Team, layanan Ads dirancang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan digital. Setiap campaign dibangun berdasarkan analisis target audiens, riset keyword yang tepat, serta optimasi performa di setiap tahap funnel, sehingga iklan tidak hanya menghasilkan klik, tetapi juga konversi yang berdampak pada bisnis.
Pendekatan ini telah diterapkan pada berbagai brand global, salah satunya Philips melalui campaign Philips Water Solutions. Dengan strategi yang menggabungkan CPAS ads, optimasi performa toko, serta penargetan audiens, kampanye ini berhasil mencapai average ROAS hingga 21x, di mana setiap $1 yang diinvestasikan menghasilkan $21 return.
Tidak hanya itu, performa campaign ini juga mendorong pertumbuhan transaksi hingga 5x serta kenaikan GMV hingga 3x. Hal ini menunjukkan bagaimana strategi iklan yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan penjualan.
Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai strategi digital marketing yang tepat, Anda dapat menghubungi kami melalui email anis@tdmteam.com atau WhatsApp TDM Team.
Tim kami siap membantu Anda mengevaluasi performa iklan saat ini dan menemukan peluang optimasi yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan!



Comments