top of page

9 Cara Membuat CTA yang Menarik dan Contohnya di Berbagai Produk

  • Writer: Dhea Salsabila
    Dhea Salsabila
  • Jun 4
  • 5 min read
cara membuat cta
Call to Action (CTA)

Call to action (CTA) dalam suatu konten biasanya berupa tombol, kalimat pendek, banner, link, atau ajakan. Keberadaan CTA sangat menentukan apakah audiens akan lanjut membaca, klik produk, mengisi form, atau justru meninggalkan halaman begitu saja.


Nah, agar CTA Anda berhasil mengajak audiens untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan, yuk, simak 9 cara membuat CTA yang menarik beserta contohnya berikut ini!


Apa Itu Call to Action?


Call to action adalah ajakan yang digunakan untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu. Tindakan ini tentu berbeda-beda, tergantung tujuan campaign yang sedang dijalankan.


Tindakan yang biasanya diarahkan melalui CTA antara lain membeli produk, mengunduh katalog, mengisi formulir, mendaftar newsletter, mencoba demo, menghubungi tim sales, membaca artikel lain, atau menambahkan produk ke keranjang.


CTA bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Tombol di landing page.

  • Link di dalam artikel.

  • Kalimat ajakan di akhir konten.

  • Banner promosi.

  • Caption media sosial.

  • Pop-up website.

  • Tombol pada email marketing.

  • Teks pada iklan digital.


CTA yang baik harus mampu menjawab satu pertanyaan dari audiens, yaitu apa yang harus dilakukan setelah ini?


Jika CTA tidak jelas, audiens bisa kehilangan arah. Mereka mungkin tertarik dengan produk, tetapi tidak tahu langkah berikutnya.


Di sisi lain, CTA yang terlalu memaksa juga bisa membuat audiens merasa terganggu. Karena itu, Anda harus membuat CTA yang jelas, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan audiens.


Cara Membuat CTA yang Menarik


Membuat CTA yang menarik bukan hanya menyusun kata yang persuasif, tetapi juga perlu disesuaikan dengan target audiens, tujuan bisnis, dan jenis produk. Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan.


1. Kenali secara Mendalam Audiens Anda


Sebelum membuat CTA, pahami dulu siapa audiens yang ingin dituju. Setiap audiens memiliki kebutuhan, motivasi, dan problem yang berbeda.


Audiens yang sudah siap membeli tentu membutuhkan CTA yang to the point, seperti Beli Sekarang atau Pesan Hari Ini.


Namun, audiens yang masih berada di tahap pertimbangan lebih cocok diarahkan dengan CTA seperti Pelajari Selengkapnya, Lihat Katalog, atau Konsultasi Gratis.


Misalnya, untuk produk skincare, audiens mungkin ingin tahu apakah produk tersebut cocok untuk jenis kulit mereka. Maka CTA seperti Cek Rekomendasi Produk untuk Kulitmu tentu lebih tepat, dibandingkan langsung menggunakan Beli Sekarang.


Sementara untuk layanan B2B, audiens biasanya membutuhkan informasi lebih lengkap sebelum mengambil keputusan.


CTA seperti Jadwalkan Konsultasi atau Lihat Studi Kasus tentu lebih sesuai karena memberikan ruang bagi mereka untuk memahami solusi yang ditawarkan.


2. Gunakan Kalimat yang Singkat dan Jelas


CTA sebaiknya singkat, padat, dan mudah dipahami. Audiens harus langsung tahu tindakan apa yang perlu dilakukan tanpa harus berpikir terlalu lama.


Contoh CTA yang singkat dan jelas:

  • Daftar Sekarang

  • Coba Gratis

  • Lihat Produk

  • Pesan Hari Ini

  • Hubungi Kami

  • Download Katalog

  • Klaim Promo

  • Mulai Konsultasi


Selain singkat, CTA juga harus spesifik. Daripada sebatas Klik di Sini, lebih baik gunakan CTA yang menjelaskan manfaat atau tindakan, seperti Lihat Paket Harga, Download Panduan, atau Cek Promo Terbaru.


3. Pilih Kata Perintah yang Mendorong Aksi


CTA harus menggunakan kata kerja yang aktif agar audiens terdorong untuk melakukan tindakan. Kata perintah membantu memberikan arahan yang lebih jelas dan membuat CTA lebih kuat.


Beberapa kata kerja yang sering digunakan dalam CTA antara lain:

  • Beli

  • Daftar

  • Coba

  • Klaim

  • Pesan

  • Mulai

  • Temukan

  • Download

  • Konsultasikan

  • Bandingkan



4. Pilih Button CTA yang Mudah Terlihat


Selain teks, tampilan button CTA juga akan berpengaruh. CTA yang menarik tidak bisa bekerja optimal jika sulit ditemukan oleh audiens.


Button CTA sebaiknya memiliki ukuran yang jelas, warna yang kontras dengan background, serta posisi yang mudah terlihat. Pastikan button nyaman diklik di perangkat mobile.


Untuk landing page, CTA utama bisa diletakkan di bagian atas halaman, setelah penjelasan benefit, dan di bagian akhir halaman.


5. Gunakan Kalimat yang Emosional


CTA yang efektif tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga bisa menyentuh motivasi audiens. Kalimat emosional dapat membuat CTA lebih dekat dengan kebutuhan mereka.


Contoh CTA emosional:

  • Mulai Perjalanan Kulit Sehatmu

  • Temukan Outfit yang Paling Kamu Banget

  • Wujudkan Rumah Impian Anda

  • Bikin Bisnis Lebih Mudah Dikelola

  • Mulai Hidup Lebih Teratur Hari Ini

  • Temukan Solusi yang Tepat untuk Brand Anda


6. Tunjukkan Benefit yang Diperoleh


Audiens lebih tertarik mengklik CTA jika mereka memahami manfaat yang akan didapatkan. Karena itu, CTA tidak hanya berisi instruksi, tetapi juga memberikan gambaran benefit.


Misalnya, untuk produk makanan sehat, CTA Pesan Sekarang bisa dibuat lebih menarik menjadi Pesan Menu Sehat untuk Minggu Ini. Untuk layanan digital marketing, CTA Hubungi Kami bisa dikembangkan menjadi Konsultasikan Strategi Growth Brand Anda.


7. Gunakan Kesan Mendesak


Kesan mendesak dapat membantu audiens mengambil keputusan lebih cepat. Namun, penggunaannya harus tetap wajar agar tidak terkesan memaksa atau terlalu gimmick.


CTA dengan urgensi biasanya cocok digunakan untuk promo terbatas, event, flash sale, webinar, pre-order, atau campaign dengan periode tertentu.


Contoh CTA dengan kesan mendesak:

  • Klaim Promo Sebelum Berakhir

  • Daftar Hari Ini

  • Pesan Sebelum Kehabisan

  • Amankan Slot Anda

  • Cek Penawaran Terbatas

  • Ikuti Webinar Minggu Ini


Urgensi harus disertai dengan alasan yang jelas, seperti stok terbatas, kuota terbatas, periode promo terbatas, atau event yang memiliki tanggal tertentu.


8. Tentukan Penempatan CTA


CTA yang baik perlu ditempatkan di titik yang tepat. Penempatan yang kurang strategis bisa membuat CTA tidak terlihat, terlalu cepat muncul, atau justru mengganggu pengalaman audiens.


CTA bisa ditempatkan di beberapa area pada landing page, seperti:

  • Bagian hero section

  • Setelah penjelasan masalah

  • Setelah penjelasan benefit

  • Setelah testimoni

  • Setelah pricing atau paket layanan

  • Di akhir artikel

  • Pada sticky button di mobile


9. Ciptakan Rasa FOMO


FOMO atau fear of missing out adalah strategi yang digunakan untuk membuat audiens merasa tidak ingin melewatkan sebuah kesempatan. FOMO bisa digunakan untuk mendorong tindakan dengan menonjolkan keterbatasan atau eksklusivitas.


CTA yang efektif selalu fokus pada satu hal, yaitu kejelasan. Audiens perlu tahu apa yang harus dilakukan, kenapa mereka perlu melakukannya, dan manfaat apa yang akan mereka dapatkan setelah mengambil aksi tersebut.


Namun, setiap bisnis tentu memiliki karakter audiens, produk, dan target pertumbuhan yang berbeda.


CTA untuk brand fashion tidak bisa disamakan begitu saja dengan CTA untuk layanan B2B, begitu juga CTA untuk campaign awareness tentu berbeda dengan CTA untuk campaign conversion.


Untuk itulah, TDM Team hadir dalam membantu bisnis merancang strategi digital marketing yang lebih terarah, mulai dari SEO, SEM, hingga KOL/PR.


Dengan pengalaman menghandle berbagai perusahaan nasional maupun internasional, seperti Infinix, Philips, DBS Treasures, Hikvision, GoFood Merchant, hingga SIKA, TDM Team menggabungkan pendekatan berbasis data, pemahaman intent audiens, dan eksekusi campaign yang terukur.


Pendekatan ini telah diterapkan pada brand konstruksi SIKA. Dalam 6 bulan, SIKA berhasil menempati ranking #1 untuk keyword waterproofing, peningkatan organic traffic sebesar 18%, dan meningkatkan keyword ownership sebesar 17%.


Tidak hanya dari sisi traffic dan ranking, performa SEO SIKA juga diperkuat melalui peningkatan URL Rating, sehingga website memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bersaing di hasil pencarian dalam jangka panjang.


Jika bisnis Anda ingin membangun visibilitas organik yang lebih kuat dan menjadikan SEO sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang, TDM Team siap membantu merancang strategi yang relevan, terukur, dan sesuai dengan target bisnis Anda.


Hubungi TDM Team melalui email TDM Team atau WhatsApp TDM Team untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai strategi yang tepat untuk bisnis Anda!



Comments


phone: +628118682015

Headquarter Office

Antasari Park Jalan Pangeran Antasari No. 61 Cipete Utara, Kebayoran Baru, South Jakarta, 12150

Branch Office

Wim Coworking Office. l. Palagan Tentara Pelajar No.27, Jongkang, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

  • LinkedIn
  • Instagram
  • TikTok

PT Tri Digital Manshur
©2026 by TDM Team

bottom of page