Brand Positioning: Definisi, Cara Menentukan, dan Kesalahan yang Sering Terjadi
- Dhea Salsabila
- 17 hours ago
- 4 min read

Begitu banyak brand yang terlihat aktif secara digital, namun sulit menjelaskan satu hal sederhana, sebenarnya brand ini ingin dikenal sebagai apa?
Permasalahan ini biasanya disebabkan karena brand positioning yang tidak jelas atau tidak konsisten. Tanpa positioning yang kuat, aktivitas digital marketing bisnis Anda akan berjalan tanpa arah yang strategis.
Untuk itu, sudah saatnya Anda memahami apa itu brand positioning dalam bisnis dan bagaimana cara menentukannya. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Apa Itu Brand Positioning?
Brand positioning adalah strategi untuk menempatkan brand Anda pada posisi tertentu di benak audiens. Hal ini bukan sekadar slogan atau tagline, melainkan persepsi yang secara konsisten dibangun melalui komunikasi, pengalaman, dan value yang ditawarkan.
Positioning menjawab beberapa pertanyaan penting, seperti:
Untuk siapa brand ini?
Masalah apa yang ingin diselesaikan?
Kenapa brand ini relevan dan berbeda?
Sebagai contoh, Apple memposisikan dirinya sebagai brand teknologi yang premium, inovatif, dan berorientasi pada desain. Sementara Nike dikenal dengan positioning yang kuat pada performa dan semangat “Just Do It”, yang memberdayakan setiap individu untuk melampaui batasnya.
Positioning yang tepat akan menjadi fondasi seluruh strategi komunikasi, mulai dari konten, campaign digital, hingga paid ads.
Perbedaan Brand Positioning, Brand Identity, dan Brand Image
Ketiga istilah ini memang sering digunakan dan sering dianggap sama. Padahal, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Inilah perbedaan brand positioning, brand identity, dan brand image.
Brand Positioning: Strategi atau posisi yang ingin ditempati brand di benak audiens.
Brand Identity: Elemen visual dan verbal yang merepresentasikan brand, seperti logo, warna, tone of voice, dan desain.
Brand Image: Persepsi yang terbentuk di benak konsumen berdasarkan pengalaman dan komunikasi brand.
Cara Menentukan Brand Positioning
Menentukan brand positioning bukan hanya memilih kata yang terdengar menarik, tetapi membutuhkan strategi khusus agar dapat diterima dengan mudah oleh audiens. Berikut langkah-langkah menentukan brand positioning yang bisa Anda terapkan.
1. Pahami Audiens Secara Spesifik
Positioning tidak bisa ditujukan ke semua orang. Semakin spesifik audiens yang dituju, semakin kuat posisi brand di pikiran mereka.
Dalam hal ini, Anda perlu fokus pada apa masalah utama audiens, bagaimana cara mereka mencari solusi, dan faktor apa yang membuat mereka percaya.
2. Petakan Lanskap Kompetitor
Lihat bagaimana kompetitor memposisikan diri mereka. Lalu, amati celah apa yang belum diisi. Di sinilah banyak brand yang keliru. Mereka mencoba meniru apa yang sudah ramai, bukan mencari ruang yang relevan yang masih kosong.
3. Tentukan Value yang Paling Relevan
Brand tidak harus unggul di semua hal. Positioning yang kuat biasanya berfokus pada satu atau dua value utama yang benar-benar penting bagi audiens.
4. Uji Konsistensi di Semua Channel
Positioning yang baik harus bisa diterjemahkan ke dalam strategi SEO, paid ads, hingga social campaign. Jika sulit dikomunikasikan secara digital, Anda perlu melakukan review dan menyusun ulang konsep positioning.

Contoh Brand Positioning
Jika masing bingung menentukan brand positioning dari bisnis Anda, berikut beberapa contoh brand positioning yang bisa Anda jadikan referensi.
1. Tesla
Positioning: Inovasi dan masa depan mobilitas listrik.
Tesla tidak sekadar menjual mobil listrik, tetapi menjual visi tentang teknologi, keberlanjutan, dan masa depan transportasi.
2. IKEA
Positioning: Desain modern yang terjangkau untuk semua orang.
IKEA menempatkan diri sebagai solusi furnitur stylish dengan harga accessible, lengkap dengan pengalaman belanja yang unik.
3. Rolex
Positioning: Simbol prestise dan pencapaian.
Rolex bukan sekadar jam tangan, tetapi representasi status dan kesuksesan.
4. Netflix
Positioning: Hiburan on-demand dengan konten personal dan original berkualitas.
Netflix menekankan kemudahan akses, personalisasi, dan produksi konten eksklusif.
5. Shopee
Positioning: Platform belanja online yang fun, interaktif, dan penuh promo.
Shopee konsisten menonjolkan promo besar, gamification, dan campaign masif.
6. Spotify
Positioning: Musik dan audio yang dipersonalisasi sesuai selera pengguna.
Algoritma dan playlist yang kurasi menjadi kekuatan utama dari Spotify.
7. Zara
Positioning: Fast fashion yang cepat mengikuti tren global.
Kecepatan produksi dan distribusi menjadi diferensiasi utama dari brand Zara.
Kesalahan Brand Positioning yang Sering Terjadi
Meski terlihat sederhana, banyak brand yang melakukan kesalahan berikut saat menentukan positioning, antara lain:
1. Terlalu Umum dan Aman
Positioning seperti “solusi terbaik untuk semua kebutuhan” terdengar luas, tetapi justru tidak membekas. Brand yang ingin disukai semua orang biasanya tidak benar-benar diingat siapa pun.
2. Tidak Sinkron dengan Eksekusi Digital
Positioning boleh kuat di atas kertas, tetapi jika konten, iklan, dan kolaborasi tidak mencerminkan hal tersebut, tentu audiens akan menangkap pesan yang berbeda.
3. Terlalu Fokus ke Brand, Bukan Audiens
Brand positioning bukan tentang seberapa hebat brand, tetapi seberapa relevan produk Anda bagi audiens.
4. Tidak Berevolusi
Positioning bukan sesuatu yang statis. Perubahan pasar, perilaku audiens, dan kompetisi menuntut brand untuk menyesuaikan pendekatan tanpa kehilangan arah utama.
Optimalkan Brand Positioning dengan Strategi Digital Marketing bersama TDM Team
Brand positioning yang kuat bukan hanya memperjelas identitas brand, tetapi juga membuat seluruh strategi digital marketing lebih terarah dan efisien.
Optimasi SEO menjadi lebih terarah karena ada keyword dan intent yang ditargetkan. Ads juga menjadi lebih efisien karena pesan yang disampaikan konsisten. PR dan KOL pun lebih efektif karena narasi brand jelas dan mudah dipercaya.
Bersama TDM Team, brand positioning selalu menjadi fondasi dalam eksekusi digital marketing. Sebagai partner strategis, TDM bisa membantu brand Anda menjangkau lebih dari 30 media nasional ternama, mulai dari Kompas, Detik, hingga CNN Indonesia, serta terhubung dengan lebih dari 1.000 KOL dari berbagai industri.
TDM Team juga telah kolaborasi bersama berbagai brand ternama, seperti Infinix, Philips, dan DBS. Beragam campaign yang dijalankan telah berhasil memberikan jutaan impresi, peningkatan engagement, hingga pertumbuhan penjualan yang signifikan.
Melalui strategi digital marketing dan brand positioning yang tepat, TDM Team membantu brand Anda tidak sebatas dilihat, tetapi juga mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan di mata audiens.
Inilah saatnya untuk level-up bisnis Anda dengan strategi yang terukur! Hubungi kami sekarang melalui email anis@tdmteam.com atau WhatsApp TDM Team untuk diskusi lebih lanjut seputar brand Anda.



Comments