top of page

10 Red Flag dalam Influencer Keuangan yang Harus Anda Ketahui

  • Writer: Ira Permatasari
    Ira Permatasari
  • Sep 26, 2025
  • 6 min read

Updated: Sep 30, 2025

10 Red Flag Influencer Keuangan: Hindari Finfluencer Bodong dan Palsu!
10 Red Flag Influencer Keuangan: Hindari Finfluencer Bodong dan Palsu!

Influencer keuangan atau finfluencer semakin populer di Indonesia, seiring dengan tren anak muda yang mencari ilmu finansial melalui TikTok, Instagram, maupun YouTube. Tidak sedikit Gen Z dan Milenial yang kini lebih percaya pada KOL finance atau influencer investasi dibandingkan lembaga keuangan tradisional. Dengan gaya bahasa yang santai dan konten singkat yang mudah dipahami, para edukator finansial di media sosial berhasil membuat topik yang rumit seperti investasi, menabung, atau mengelola utang terasa lebih dekat dan relatable.


Fenomena influencer keuangan yang menjamur di media sosial tersebut tentu membawa sisi positif. Akses edukasi finansial menjadi jauh lebih mudah, gratis, dan bisa dinikmati siapa saja tanpa harus mengikuti seminar formal atau membaca buku tebal. Namun, di balik manfaat tersebut, ada pula sisi negatif yang patut diwaspadai. Tidak semua influencer ekonomi benar-benar punya niat baik untuk mengedukasi. Sebagian hanya memanfaatkan popularitas demi cuan dari jumlah followers, sponsor, atau afiliasi dengan platform tertentu.


Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu influencer keuangan, jenis-jenisnya, dan tanda red flag yang harus diwaspadai.


Apa Itu Influencer Keuangan?

Influencer keuangan adalah individu yang memiliki jumlah audiens besar di media sosial dan secara aktif membagikan konten seputar keuangan, mulai dari cara mengatur budget harian, tips investasi, informasi ekonomi, hingga strategi perencanaan keuangan jangka panjang. Mereka sering disebut juga finfluencer, influencer investasi, atau KOL finance.


Fenomena ini muncul karena banyak orang, terutama anak muda, merasa lebih nyaman belajar keuangan lewat konten singkat dan santai di TikTok, Instagram, atau YouTube, dibanding membaca buku tebal atau menghadiri seminar formal. Dengan gaya bahasa yang relatable, influencer keuangan mampu membuat topik rumit seperti obligasi, saham, atau reksa dana terdengar sederhana dan mudah dipahami.


Tujuan Umum Influencer Keuangan

Secara umum, tujuan utama influencer keuangan dapat dikelompokkan menjadi tiga:

  • Mengedukasi → Membantu audiens memahami konsep keuangan secara sederhana.

  • Menginspirasi → Memberikan motivasi agar audiens lebih bijak dalam mengelola uang.

  • Menjual produk/layanan → Baik produk pribadi (misalnya e-book atau kelas online) maupun produk sponsor (misalnya aplikasi trading, reksa dana, atau kartu kredit).


Dengan kata lain, influencer keuangan punya dampak besar karena bisa memengaruhi perilaku finansial ribuan bahkan jutaan orang. Namun, di sinilah pentingnya memahami jenis-jenis influencer yang ada, supaya audiens bisa lebih kritis dalam menerima informasi.


5 Jenis Umum Influencer Keuangan di Indonesia

Influencer keuangan di Indonesia hadir dalam berbagai bentuk, dengan fokus dan gaya konten yang berbeda. Mengenal kategorinya bisa membantu audiens memilih sumber informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

  1. Edukator Finansial Profesional

Jenis ini biasanya diisi oleh perencana keuangan bersertifikat, seperti CFP (Certified Financial Planner), CFA (Chartered Financial Analyst), atau QWP (Qualified Wealth Planner). Kontennya membahas hal-hal fundamental seperti budgeting, manajemen utang, perencanaan keuangan keluarga, hingga pajak. Karena berbasis ilmu akademis dan regulasi, edukator profesional relatif lebih kredibel dan bertanggung jawab.


Prita Hapsari Ghozie, CEO ZAP Finance, sering membagikan tips mengatur keuangan keluarga dan investasi dengan bahasa yang mudah masuk ke dalam kategori ini. Selain itu ada pula Dani Rachmat, mantan bankir dengan sertifikasi CFP, CSA, dan QWP yang dikenal membawakan edukasi finansial dengan gaya santai.


  1. Influencer Investasi / Trader

Fokus utama mereka ada pada saham, reksa dana, obligasi, bahkan kripto. Kontennya sering berupa analisis pasar, strategi trading, atau review instrumen investasi tertentu. Jenis ini banyak diminati oleh pemula yang ingin belajar investasi, tapi audiens tetap perlu hati-hati karena tidak semua analisa sesuai dengan profil risiko masing-masing orang.


Contoh influencer investasi/trader yang cukup populer antara lain Felicia Putri Tjiasaka, finfluencer saham yang populer di YouTube & TikTok, dikenal dengan gaya storytelling yang ringan, dan Ryan Filbert, investor dan penulis buku saham, sering membagikan analisis pasar serta strategi investasi jangka panjang.


  1. KOL Finance / Brand Ambassador Keuangan

Kategori ini biasanya muncul lewat kerja sama dengan fintech, sekuritas, atau bank. Mereka punya reach besar karena sering didukung kampanye pemasaran, namun kontennya cenderung lebih bersifat promosi dibanding edukasi mendalam. Meski begitu, peran mereka penting untuk memperkenalkan produk keuangan ke audiens yang lebih luas.


Raymond Chin, Co-founder Ternak Uang yang sering menjadi wajah kampanye finansial digital. Selain itu beberapa artis dan selebgram juga pernah jadi brand ambassador aplikasi investasi seperti Bibit atau Ajaib.


Kalau Anda ingin memahami lebih jauh tentang perbedaan KOL dan influencer serta bagaimana strategi memilihnya, bisa baca juga artikel kami tentang KOL adalah: Mengenal Definisi KOL, Perbedaannya dengan Influencer, dan Strategi Pemilihan KOL yang Tepat


  1. Finfluencer Lifestyle

Mereka menyisipkan pesan finansial dalam cerita gaya hidup sehari-hari, misalnya tips menabung untuk traveling, strategi beli rumah pertama, atau cara mengatur cicilan gadget. Konten ini sangat relatable bagi Gen Z dan milenial, karena membahas keuangan dalam konteks yang dekat dengan kehidupan nyata.

Keenan Pearce dan Ernest Prakasa adalah dua tokoh yang masuk ke dalam kategori ini. Meski dikenal di bidang kreatif, Keenan Pearce kerap membagikan sudut pandang finansial terkait gaya hidup dan bisnis. Sementara itu Ernest Prakasa sering membicarakan soal keuangan keluarga dan investasi dari pengalaman pribadinya.


  1. Influencer Ekonomi / Opinion Leader

Jenis ini lebih serius, membahas isu makroekonomi, kebijakan moneter, inflasi, hingga tren global yang berdampak ke dunia keuangan. Audiens mereka biasanya kalangan dewasa atau profesional yang ingin melihat gambaran besar sebelum mengambil keputusan finansial.

Nama seperti Aviliani, ekonom senior yang kerap hadir di media, atau Chatra Buana Gurning, ekonom muda yang aktif berbagi analisis kebijakan di media sosial, bisa disebut sebagai representasi kategori ini.


10 Red Flag dalam Influencer Keuangan

Menjanjikan kesuksesan dan kekayaan dalam waktu singkat adalah salah satu red flag dalam influencer keuangan
Menjanjikan kesuksesan dan kekayaan dalam waktu singkat adalah salah satu red flag dalam influencer keuangan

Tidak semua finfluencer atau influencer investasi memiliki niat murni untuk memberikan edukasi. Sebagian menjadikan konten keuangan hanya sebagai sarana mencari keuntungan pribadi, bahkan dengan cara yang dapat merugikan audiens. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali beberapa tanda bahaya berikut:

  1. Janji Profit Pasti atau Cepat Kaya

Apabila ada pihak yang menyatakan bahwa investasi tertentu “pasti untung” atau “cepat menghasilkan kekayaan”, Anda sebaiknya berhati-hati. Dalam dunia keuangan, tidak ada instrumen investasi yang bebas dari risiko.


  1. Lebih Sering Menjual Produk daripada Memberikan Edukasi

Waspadai influencer yang kontennya lebih dominan berisi promosi produk, aplikasi, atau kursus berbayar, sementara aspek edukatif hanya dijadikan selipan.


  1. Tidak Transparan Mengenai Rekam Jejak Investasi

Kredibilitas dapat diragukan apabila seorang influencer jarang menunjukkan data kinerja portofolio secara jujur. Banyak yang hanya menampilkan hasil positif tanpa menyertakan risiko atau kerugian yang pernah dialami.


  1. Mengabaikan Risiko dan Hanya Menonjolkan Keuntungan

Influencer yang kredibel akan selalu menekankan keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko. Jika suatu konten hanya menyoroti return tanpa risiko, hal tersebut merupakan red flag.


  1. Mendorong Perilaku FOMO (Fear of Missing Out)

Kalimat seperti “jangan sampai ketinggalan” atau “kesempatan terakhir” sering digunakan untuk menekan audiens mengambil keputusan impulsif. Keputusan keuangan seharusnya dibuat dengan pertimbangan yang matang.


  1. Memamerkan Gaya Hidup Mewah sebagai Bukti Kesuksesan

Pameran mobil mewah, liburan ke luar negeri, atau rumah besar sering dijadikan strategi pemasaran. Namun, gaya hidup tidak selalu mencerminkan keberhasilan finansial yang sesungguhnya.


  1. Minim Dasar Teori atau Sertifikasi tetapi Mengaku sebagai Ahli

Ada banyak kreator yang tidak memiliki latar belakang akademis maupun sertifikasi resmi, namun berbicara seolah-olah pakar. Kondisi ini berpotensi menyesatkan audiens karena masalah keuangan sering kali kompleks.


  1. Tidak Menerima Kritik dan Menghapus Komentar Kritis

Influencer yang kredibel umumnya terbuka terhadap diskusi. Apabila kritik selalu dihapus atau akun pengkritik diblokir, ada indikasi bahwa transparansi mereka patut dipertanyakan.


  1. Konten Terlalu Clickbait dan Minim Data Pendukung

Judul sensasional seperti “cara cepat jadi miliarder” atau “saham X bikin kaya semalam” biasanya hanya bertujuan menarik klik. Jika isi konten tidak didukung data yang valid, sebaiknya Anda waspada.


  1. Pernah Terlibat Kasus Penipuan atau Endorse Produk Bodong

Riwayat adalah hal penting. Jika seorang influencer pernah terlibat dalam skema investasi ilegal, robot trading, atau produk keuangan yang merugikan masyarakat, maka kredibilitasnya perlu diragukan meskipun kini tampil lebih profesional.


Bijak Memilih Influencer Keuangan bersama TDM Digital Marketing Agency

Tidak semua influencer keuangan itu menyesatkan, banyak finfluencer yang benar-benar tulus berbagi ilmu dan pengalaman. Namun, Anda harus tetap bersikap bijak: selalu cek ulang informasi dari mereka, jangan mudah terbawa FOMO, dan pastikan keputusan finansial Anda didasari sumber yang kredibel.


Jika brand atau perusahaan yang ingin berkolaborasi dengan influencer keuangan yang tepat, TDM Digital Marketing Agency siap membantu Anda. Sebagai mitra strategis. TDM Digital Marketing Agency siap menghubungkan brand Anda dengan KOL yang kredibel dan sejalan dengan nilai bisnis, sehingga kampanye tidak hanya efektif menjangkau audiens, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang.


Bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga Anda, agar semakin banyak orang yang melek finansial dan terhindar dari jebakan finfluencer yang bermasalah!




References:


Comments


phone: +628118682015

Headquarter Office

Antasari Park Jalan Pangeran Antasari No. 61 Cipete Utara, Kebayoran Baru, South Jakarta, 12150

Branch Office

Wim Coworking Office. l. Palagan Tentara Pelajar No.27, Jongkang, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581

  • LinkedIn
  • Instagram
  • TikTok

PT Tri Digital Manshur
©2026 by TDM Team

bottom of page